Hipertensi, Kolesterol, Jantung, Dan Osteoporosis

Berikut kesaksian dari Delarosa. Ia mulai minum Nectura tanggal 2 Mei 2011, setelah didiagnosa hypertensi dan kolesterol yang cukup tinggi dan sudah berjalan selama 2 tahun. Lalu tanggal 23 Mei 2011 ia memutuskan untuk kontrol ke Singapore dan ternyata hasilnya bagus. Ia bilang ke dokternya bahwa ia mengkonsumsi Nectura, dan dokter bilang luar biasa, lanjutkan saja, tapi ia tetap harus kontrol. Bahkan penyakit osteoporisisnya yang menyebabkan kesulitan naik tangga dan pakai sepatu hak tinggi, juga sembuh.

Sementara itu suaminya yang sudah pasang ring dua juga mengkonsumsi Nectura. Dan ternyata hasilnya bagus.

Baca kesaksian lain tentang Nectura di sini.

hipertensi kolesterol jantung osteoporosis
hipertensi kolesterol jantung osteoporosis

Penyakit Jantung Koroner – Apa dan Siapa yang Beresiko Terkena

peringatan penyakit jantung koronerJantung berfugsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Seperti organ tubuh yang lainnya, jantung juga dapat terserang oleh berbagai macam penyakit.

Pada saat terserang penyakit, maka kondisi tidak mampu melakukan tugasnya dengan baik. Kadang kala kondisi ini bersifat akut dan memerlukan waktu yang lama untuk disembuhkan, karena prosesnya juga disebabkan oleh akumulasi kebiasaan maupun pola makan yang tidak sehat dalam waktu yang lama. Adanya berbagai gangguan serta penyakit juga dapat mempengaruhi kinerja jantung.

Penyakit jantung yang umum terjadi adalah jantung koroner yang mampu menyebabkan serangan jantung hingga kematian secara mendadak. Penyebab dari penyakit jantung kotoner adalah adanya penyempitan serta penyumbatan pembuluh arteri karena akumulasi serta penumpukan zat-zat lemak secara berlebihan pada lapisan dinding nadi pembuluh koroner.

Hal ini umunya dipengaruhi oleh pola makan yang tidak sehat serta gaya hidup yang kurang bergerak, merokok, hipertensi, serta kolesterol yang tinggi sehingga mempegaruhi pembentukan pembekuan darah. Akibatnya, aliran darah ke jantung menjadi terhambat sehingga mengganggu kinerja jantung untuk memompa darah yang akhirnya memicu terjadinya serangan jantung.

Selain itu ada juga penyakit yang lain yang disebabkan adanya kelainan bawaan atau sejak lahir seperti jantung yang tidak sempurna, kelainan pada katup jantung, serta lemahnya otot jantung, penyebab yang lainnya adalah bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada jantung.

Jantung merupakan organ yang berupa otot, berbentuk kerucut, memiliki rongga serta dengan basisnya di atas dan puncaknya berada di bawah. Puncak atau apex miring ke sebelah kiri. Memiliki berat sekitar 300 g. Agar jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien , maka otot-otot jantung, rongga atas serta rongga bagian bawah haruslah berkontraksi secara bergantian. Laju denyut jantung atau kerja pokpa ini dikendalikan secara alamiah oleh suatu pengatur irama.

Pengatur irama ini terdiri dari sekumpulan nodus sinotrialis, yang terletak pada bagian dalam dinding serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditrasmisikan oleh nodus sinotrialis ke kedua serambi akan membuat keduanya dapat berkontraksi secara serentak. Arus listrik ini kemudian akan diteruskan ke dinding-dinding bilik, yang nanti pada gilirannya akan membuat bilik-bilik tersebut berkontraksi secara serentak juga.

Periode kontraksi ini umumnya disebut systole. Selanjutnya periode ini akan diikuti dengan sebuah relaksasi pendek sekitar 0,4 detik yang biasa disebut diastole, sebelum impuls berikutnya datang.

Nodus sinotrialus akan menghasilkan antara 60 hingga 72 impuls seperti ini pada setiap menit, pada saat jantung sedang santai.

Produksi impuls ini juga dikendalikan oleh suatu bagian pada sistem saraf yang disebut sistem saraf otonom, yang dapat bekerja diluar keinginan kita.

Sistem listrik built-in inilah yang menghasilkan kontraksi-kontraksi pada otot jantung berirama yang biasa disebut denyut jantung.

Beberapa faktor resiko terserang penyakit jantung koroner, adalah:

  • Umur 45 tahun pada pria

Sangatlah penting sekali bagi pria untuk menyadari suatu kerentanan pada mereka serta mengambil tindakan yang positif untuk mencegah munculnya penyakit jantung.

  • Umur 55 tahun atau telah mengalami menopause dini pada wanita

Wanita yang mengalami menopause dini sebagai suatu akibat dari operasi serta wanita yang berumur 55 tahun, juga diwajibkan untuk menjaga kesehatan tubuh serta organ jantungnya.

  • Riwayat kesehatan keluarga

Riwayat serangan jantung yang pernah dialami oleh salah satu anggota dalam sebuah keluarga seringkali merupakan suatu akibat dari profil kolesterol yang bersifat abnormal.

  • Diabetes

Mayoritas pengidap diabetes yang meninggal, bukanlah disebabkan karena adanya peningkatan level pada kadar gula dalam darahnya, namun lebih disebabkan karena kondisi komplikasi pada jantung mereka.

  • Rokok

Resiko serangan penyakit jantung pada seorang perokok setara dengan resiko serangan jantung pada individu yang memiliki kelebihan berat badan sekitar 100 pon. Sebenarnya memang tidak mungkin untuk menyamakan keduanya. Salah satu teori yang lebih masuk akal adalah karena racun pada rokok yang masuk dalam tubuh akan mempengaruhi kesehatan seluruh organ di dalam tubuh manusia.

  • Hipertensi

Hipertensi dapat menyebabkan berbagai macam penyakit mengerikan termasuk dapat juga mengakibatkan gagal jantung, maupun penyempitan pembuluh darah jantung serta juga dapat menyebabkan serangan jantung.

  • Obesitas

Obesitas khususnya obesitas sentral ditandai dengan perut yang buncit adalah bentuk dari kegemukan. Meskipun orang yang gemuk memiliki kecenderungan akan resiko penyakit jantung, terlebih lagi orang yang mengalami obesitas sentral.

  • Gaya hidup

Gaya hidup yang tidak sehat merupakan salah satu penyebab itama dari penyakit jantung serta menggantinya dengan beraneka kegiatan fisik, dungguh merupakan sesuatu langkah yang paling radikal yang dapat diambil.

  • Stress.

Telah banyak sekali penelitian yang telah menunjukkan bahwa ketika seseorang menghadapi situasi yang sangat menegangkan, dapat menyebabkan terjadinya arithmias jantung. Hal ini terjadi karena sistem listrik yang berjalan secara cepat dan kacau pada bagian jantung, sehingga sangat membahayakan jiwa.