Mengatasi Stress Secara Alami

stress, mengatasi stress, stress alami, stress yang baik, stress positif, menata hidup, memulihkan diriStress dapat memicu munculnya berbagai macam gejala seperti kelelahan yang tidak seharusnya, otot kaku, kegelisahan, rasa tegang, kecemasan, psikosomatis, dan gangguan pada tidur. Selain itu, lebih parah lagi stress juga dapat berpengaruh pada kesehatan jantung dan hipertensi.

Seseorang yang menderita stress akan cenderung menjadi mudah marah, menarik diri dan kurang sabar. Sementara sebagian lagi merasa tak berdaya dan minder.

Pada dasarnya semua manusia selalu akan mengalami stress, karena memang stress merupakan bagian dari hidup manusia. Banyak hal sederhana yang dapat minimbulkan stress seperti lupa membawa presentasi di kantor, mengganti ban kempes saat hujan, terjebak kemacetan di jalan saat sedang terlambat, dan lain-lain.

Sebenarnya stress ada juga yang berdampak positif. Stress positif disebut dengan eustress, yaitu sebuah keadaan yang membuat kita justru termotivasi. Dampaknya bisa menguntungkan bagi diri kita. Contohnya apabila seseorang merasa dirinya tertinggal sehingga dapat memacu diri untuk mencapai prestasi gemilang, atau dalam keadaan terdesak oleh deadline, muncul ide brilian dan kreatif.

Berikut ini beberapa tips untuk menanggulangi stress secara alami

Bekerjasama Dengan Orang Lain

Daripada menanggung beban seorang diri, mulailah berpikir untuk membagi pekerjaan anda dengan orang lain. Dengan mengatur kerjasama yang baik dengan orang lain maka semua tugas tidak harus ditangani sendiri.

Berolahraga

Olahraga mampu mengurangi stress. Latihan cardiovaskular mampu melepaskan zat kimia di dalam otak untuk merangsang pertumbuhan sel-sel saraf. Olahraga juga dapat meningkatkan hormon serotonin dan neropinefrin yang dapat meningkatkan mood. Detak jantung akan membantu melepaskan engorfin serta hormon pengurang rasa sakit, menyebabkan euforia atau kegembiraan, serta membantu respon otak terhadap cecepasan serta stress.

Sederhanakanlah Hidup Anda

Kadang stress disebabkan karena banyaknya kegiatan dalam agenda. Tidak semuanya penting, dan anda dapat memulai untuk menghilangkan beberapa hal dalam agenda anda sehingga tercipta waktu luang sehingga jadwal lebih longgar, bahkan memungkinkan untuk istirahat maupun refreshing.

Tentukan Prioritas

Tentukan hal yang paling utama untuk diselesaikan terlebih dahulu. Ingat bahwa hal yang mendesak (urgent) tidak selalu harus diutamakan. Bila anda mempunyai 10 urusan yang harus diselesaikan dalam satu minggu, prioritaskan hal yang utama.

Selesaikan Satu Hal Saja Setiap Saat

Melakukan beberapa pekerjaan sekaligus terdengar cukup hebat dan menarik. Kadang nampaknya efisien, namun menjadikan fokus kita terpecah. Lakukanlah satu hal setiap saat sampai selesai secara fokus sehingga satu pekerjaan selesai dengan sempurna sehingga dapat berpindah ke pekerjaan lainnya. Setiap menyelesaikan satu hal, maka semakin berkuranglah stress kita.

Jangan Lupa Tertawa

Hati yang gembira adalah obat. Itu adalah sebuah kebenaran yang patut diamini. Jangan lupa tertawa. Temukan hal-hal lucu yang menarik di sela-sela kesibukan anda. Secara medis, tertawa dapat menyehatkan syaraf-syaraf yang rusak.

Sadari Bahwa Kita Terbatas

Kadang kita merasa tertarik sehingga menerima semua pekerjaan dan merasa sanggup untuk melakukan semuanya. Sadarilah bahwa manusia terbatas. Menerima semua job dapat membuat kita semakin stress. Kegiatan tidak akan ada habisnya, namun kapasitas kita terbatas. Waktu, tenaga dan kemampuan otak ada batasnya. Membatasi kegiatan sangat penting karena itu pertanda bahwa kita menyadari batasan kemampuan kita sendiri.

Mencari Cara Untuk Memulihkan Diri

Banyak cara untuk memulihkan diri misalnya dengan melakukan refreshing, mengambil waktu untuk mengevaluasi kehidupan anda, melakukan hobi, dll

Berpikir Secara Luas

Pikirkan sesuatu secara luas. Lihatlah ‘the big picture’ daripada hanya mengurusi masalah detil yang kecil-kecil yang cenderung tidak terlalu penting.

Memilih Teman yang Positif

Percaya atau tidak, teman anda berpengaruh besar dalam hidup anda. Teman dapat memberikan energi yang positif maupun negatif. Pilihlah teman yang memiliki sifat baik, optimis, ceria, dan memiliki sikap positif lainnya.

Ambillah Waktu Untuk Keluar Dari Rutinitas

Rutinitas yang membosankan bisa juga memicu stress. Kreatiflah dalam menjalani hidup ini. Lakukan kebiasaan diluar rutinitas. Misalnya, lewat rute lain dalam perjalanan ke kantor, ganti musik yang anda dengarkan dengan jenis yang lain, mainkan game bila anda bukan gamer, ambillah cuti sekali-sekali, ambil waktu untuk samasekali diam tanpa mengerjakan kesibukan. Banyak lagi yang dapat dilakukan untuk keluar dari rutinitas.

Nectura Minuman Herbal Antioksidan

Minum Nectura setiap hari akan memperbaiki sel sel tubuh yang rusak oleh proses oksidasi. Adanya radikal bebas di sekitar kita dapat juga memicu stress. Segarkan diri anda setiap hari dengan Nectura.

Berbagai Macam Gejala yang Mungkin Disebabkan Karena Stress

gejala stress, dampak stress, kenali gejala stress, mengenali gejala stress, sakit kepala, gangguan lambung, gangguan pencernaan, gangguan kulit, gangguan sistem reproduksi, gangguan nafas, gangguan paru paru

Stress banyak dialami orang-orang terutama di kota-kota besar karena banyaknya tuntutan dari pekerjaan dan lingkungan sekitar. Secara fisik dan mental, dampak stress sangat besar bila tidak diperhatikan secara serius. Gejala umum yang terjadi seperti sakit kepala dan hilang nafsu makan, tubuh juga cenderung lebih lemah. Beberapa gejala yang bisa terjadi karena stress adalah diantaranya adalah :

Sakit Kepala
Sudah tentu stress akan berpengaruh pada bagian kepala manusia karena berasal dari pikiran. Seseorang yang menalami stress akan merasa cemas, depresi, cenderung memikirkan hal-hal yang negatif, mood berubah dengan cepat dan dapat mengalami kelainan dalam tidur.

Gangguan Paru-Paru dan Jantung
Kinerja paru-paru dapat terganggu karena stress. Nafas menjadi tidak beraturan sehingga pola denyut jantung juga dapat terganggu. Kecemasan dapat mengakibatkan jantung berdebar, dan jika hal ini terjadi secara berkepanjangan akan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Gangguan Kulit
Ternyata stress juga dapat berdampak pada kulit. Terjadi eksim serta psioriasis. Keringat yang muncul terus menerus akibat stress memicu terjadinya gangguan kulit.

Gangguan Otot
Pada saat stress seseorang cenderung mengalami nyeri pada bagian-bagian tubuh tertentu. Otot menjadi kaku, umumnya terjadi pada otot bagian atas seperti leher, punggung, bahu dan pergelangan tangan.

Gangguan Sistem Pencernaan
Seringkali stress juga berdampak pada sistem pencernaan. Stress menyebabkan nafsu makan berkurang, atau bisa juga sebaliknya, makan berlebihan. Akibat pola makan yang tidak teratur, sistem pencernaan terganggu, terjadi sariawan pada lambung serta iritasi pada usus besar.

Gangguan Sistem Reproduksi
Pada saat stress, gairah seseorang bisa mengalami penurunan. Hormon testosteron akan berkurang produksinya sehingga bisa menyebabkan disfungsi ereksi.

Seringkali orang tidak memperhatikan gejala-gejala stress yang dialaminya, dan menganggapnya sebagai penyakit yang lain. Pengobatan terhadap gejala-gejala yang dialami tersebut memang kadang dapat membantu, akan tetapi lebih baik ketahui dahulu akar permasalahannya, karena kemungkinan gejala-gejala yang anda alami kemungkinan adalah akibat dari stress. Jagalah pola hidup sedemikian rupa sehingga anda dapat meminimalkan stress dalam hidup anda.

Dampak Stress Pada Kesehatan

bahaya stress depresi

Sress tidak hanya membuat seseorang semakin jengkel dalam menghadapi apapun, selain itu stress yang berkepanjangan juga dapat mengundang malapetaka yang mampu memperburuk emosi serta kesehatan fisik seseorang

Bila terus-menerus mengalami stres kronis, dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Stresss juga dapat memicu seseorang untuk melakukan beberapa tindakan yang tidak menyehatkan seperti aktivitas tidur terganggu, malas olahraga, merokok, serta konsumsi makanan sampah (junk food).

Tubuh kita akan merespon stress dengan cara melepaskan hormon kortisol untuk memerangi hormon epinefrin serta norepinefrin. Menurut riset, karena padatnya aktivitas serta banyaknya jadwal kerja yang padat, wanita dapat terserang stress lebih cepat dibandingkan dengan laki-laki.

Jika kita merasakan stress secara serus menerus maka tubuh akan terus menerus mengeluarkan hormon kortisol. Kelebihan hormon kortisol dapat mengganggu sistem imunitas tubuh, jantung, serta metabolisme tubuh kita, yang akibatnya akan membuat kita menjadi lebih rentan terhadap serangan penyakit.

Beberapa masalah kesehatan yang dapat timbul akibat dari stress, adalah:

  • Depresi

Sekitar 1/4 orang yang mengalami stress berat dapat menjadi depresi. Karena stress berat dapat menganggu kemampuan kita untuk mengatur emosi.

  • Obesitas

Pada saat stress tubuh akan mengeluarkan molekul neuropeptide Y, yang dapat memacu pertumbuhan serta menambah jumlah lemak  dalam tubuh kita. Selain itu, pada saat stress orang cenderung makan apa saja untuk melupakan stresnya. Lemak ditambah dengan lemak maka menjadi penumpukan lemak dalam tubuh sehingga menjadi obesitas.

  • Merosotnya daya ingat atau demensia

Sebuah studi melaporkan bahwa, orang tua yang sering merasa tertekan serta terisolasi, dapat mengembangkan penyakit demensia sekitar 50%, jika dibandingkan dengan orang tua yang lebih tenang serta jarang stress.

  • Sering mengalami infeksi

Dalam sebuah penelitian, stresss kronis mampu menekan sistem kekebalan pada tubuh yang akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terserang penyakit seperti flu.

  • Insomnia

Menurut penelitian, orang yang mengalami stress kronis sering sekali mengalami insomni, mereka menjadi cenderung memiliki waktu istirahat yang lebih sedikit, jika dibandingkan dengan orang yang kelelahan.

  • Penyakit jantung

Dalam sebuah makalah kesehatan, melaporkan bahwa orang yang mengalami stres secara terus menerus setiap harinya memiliki 50% resiko terserang penyakit jantung. Stress dapat mengaktifkan sistem saraf simpatik yang dapat menyebabkan kerusakan lapisan dalam pembuluh darah serta dapat memunculkan penggumpalan darah yang nantinya dapat memicu serangan penyakit jantung setiap saat.

  • Stroke

Seseorang yang sering sekali mengalami stress akan memiliki resiko  sekitar 50% lebih mungkin untuk terserang penyakit stroke yang fatal jika dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami stress.

Mengkonsumsi Antioksidan

Mengkonsumsi antioksidan tingkat tinggi dapat mengurangi dampak negatif yang terjadi karena stress. Sebenarnya antioksidan tidak dapat secara langsung mengurangi stress, namun stress sebenarnya adalah salah satu sumber radikal bebas yang kuat. Dengan mengalami stress maka tubuh kita mengalami banyak oksidasi.

Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya efek penuaan yang lebih cepat pada orang-orang yang sering stress. Konsumsi antioksidan tingkat tinggi merupakan tindakan yang tepat untuk menetralisirnya. Juice Nectura merupakan pilihan yang tepat untuk menetralisir radikal bebas, karena Nectura mempunyai kadar antioksidan yang super.

Penyakit Jantung Koroner – Apa dan Siapa yang Beresiko Terkena

peringatan penyakit jantung koronerJantung berfugsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Seperti organ tubuh yang lainnya, jantung juga dapat terserang oleh berbagai macam penyakit.

Pada saat terserang penyakit, maka kondisi tidak mampu melakukan tugasnya dengan baik. Kadang kala kondisi ini bersifat akut dan memerlukan waktu yang lama untuk disembuhkan, karena prosesnya juga disebabkan oleh akumulasi kebiasaan maupun pola makan yang tidak sehat dalam waktu yang lama. Adanya berbagai gangguan serta penyakit juga dapat mempengaruhi kinerja jantung.

Penyakit jantung yang umum terjadi adalah jantung koroner yang mampu menyebabkan serangan jantung hingga kematian secara mendadak. Penyebab dari penyakit jantung kotoner adalah adanya penyempitan serta penyumbatan pembuluh arteri karena akumulasi serta penumpukan zat-zat lemak secara berlebihan pada lapisan dinding nadi pembuluh koroner.

Hal ini umunya dipengaruhi oleh pola makan yang tidak sehat serta gaya hidup yang kurang bergerak, merokok, hipertensi, serta kolesterol yang tinggi sehingga mempegaruhi pembentukan pembekuan darah. Akibatnya, aliran darah ke jantung menjadi terhambat sehingga mengganggu kinerja jantung untuk memompa darah yang akhirnya memicu terjadinya serangan jantung.

Selain itu ada juga penyakit yang lain yang disebabkan adanya kelainan bawaan atau sejak lahir seperti jantung yang tidak sempurna, kelainan pada katup jantung, serta lemahnya otot jantung, penyebab yang lainnya adalah bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada jantung.

Jantung merupakan organ yang berupa otot, berbentuk kerucut, memiliki rongga serta dengan basisnya di atas dan puncaknya berada di bawah. Puncak atau apex miring ke sebelah kiri. Memiliki berat sekitar 300 g. Agar jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien , maka otot-otot jantung, rongga atas serta rongga bagian bawah haruslah berkontraksi secara bergantian. Laju denyut jantung atau kerja pokpa ini dikendalikan secara alamiah oleh suatu pengatur irama.

Pengatur irama ini terdiri dari sekumpulan nodus sinotrialis, yang terletak pada bagian dalam dinding serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditrasmisikan oleh nodus sinotrialis ke kedua serambi akan membuat keduanya dapat berkontraksi secara serentak. Arus listrik ini kemudian akan diteruskan ke dinding-dinding bilik, yang nanti pada gilirannya akan membuat bilik-bilik tersebut berkontraksi secara serentak juga.

Periode kontraksi ini umumnya disebut systole. Selanjutnya periode ini akan diikuti dengan sebuah relaksasi pendek sekitar 0,4 detik yang biasa disebut diastole, sebelum impuls berikutnya datang.

Nodus sinotrialus akan menghasilkan antara 60 hingga 72 impuls seperti ini pada setiap menit, pada saat jantung sedang santai.

Produksi impuls ini juga dikendalikan oleh suatu bagian pada sistem saraf yang disebut sistem saraf otonom, yang dapat bekerja diluar keinginan kita.

Sistem listrik built-in inilah yang menghasilkan kontraksi-kontraksi pada otot jantung berirama yang biasa disebut denyut jantung.

Beberapa faktor resiko terserang penyakit jantung koroner, adalah:

  • Umur 45 tahun pada pria

Sangatlah penting sekali bagi pria untuk menyadari suatu kerentanan pada mereka serta mengambil tindakan yang positif untuk mencegah munculnya penyakit jantung.

  • Umur 55 tahun atau telah mengalami menopause dini pada wanita

Wanita yang mengalami menopause dini sebagai suatu akibat dari operasi serta wanita yang berumur 55 tahun, juga diwajibkan untuk menjaga kesehatan tubuh serta organ jantungnya.

  • Riwayat kesehatan keluarga

Riwayat serangan jantung yang pernah dialami oleh salah satu anggota dalam sebuah keluarga seringkali merupakan suatu akibat dari profil kolesterol yang bersifat abnormal.

  • Diabetes

Mayoritas pengidap diabetes yang meninggal, bukanlah disebabkan karena adanya peningkatan level pada kadar gula dalam darahnya, namun lebih disebabkan karena kondisi komplikasi pada jantung mereka.

  • Rokok

Resiko serangan penyakit jantung pada seorang perokok setara dengan resiko serangan jantung pada individu yang memiliki kelebihan berat badan sekitar 100 pon. Sebenarnya memang tidak mungkin untuk menyamakan keduanya. Salah satu teori yang lebih masuk akal adalah karena racun pada rokok yang masuk dalam tubuh akan mempengaruhi kesehatan seluruh organ di dalam tubuh manusia.

  • Hipertensi

Hipertensi dapat menyebabkan berbagai macam penyakit mengerikan termasuk dapat juga mengakibatkan gagal jantung, maupun penyempitan pembuluh darah jantung serta juga dapat menyebabkan serangan jantung.

  • Obesitas

Obesitas khususnya obesitas sentral ditandai dengan perut yang buncit adalah bentuk dari kegemukan. Meskipun orang yang gemuk memiliki kecenderungan akan resiko penyakit jantung, terlebih lagi orang yang mengalami obesitas sentral.

  • Gaya hidup

Gaya hidup yang tidak sehat merupakan salah satu penyebab itama dari penyakit jantung serta menggantinya dengan beraneka kegiatan fisik, dungguh merupakan sesuatu langkah yang paling radikal yang dapat diambil.

  • Stress.

Telah banyak sekali penelitian yang telah menunjukkan bahwa ketika seseorang menghadapi situasi yang sangat menegangkan, dapat menyebabkan terjadinya arithmias jantung. Hal ini terjadi karena sistem listrik yang berjalan secara cepat dan kacau pada bagian jantung, sehingga sangat membahayakan jiwa.

Stress Merupakan Salah Satu Radikal Bebas yang Kuat

stress sumber radikal bebas

Stres adalah beban kejiwaan yang melebihi dari kapasitas kemampuan maksimum rohani pada seseorang , sehingga cenderung melakukan perbuatan yang kurang terkontrol secara sehat.

Stress yang Positif

Meskipun umumnya orang mengonotasikan stress dalam konteks negatif, stres tidak selamanya buruk, sebab stres memiliki nilai positif yaitu ketika menjadi peluang saat menawarkan potensi hasil.

Contohnya, banyak profesional memandang suatu tekanan berupa beban kerja yang begitu berat dengan tenggang waktu yang sempit sebagai sebuah tantangan yang bersifat positif yang dapat meningkatkan mutu pekerjaan mereka serta kepuasan yang mereka raih dari hasil pekerjaan mereka.

Para peneliti berpendapat bahwa stres yang menyertai tantangan pada lingkungan kerja, sangan berbeda dengan stres hambatan, atau stres yang dapat menghalangi dalam mencapai suatu tujuan.

Walaupun riset tentang stres hambatan serta stres tantangan baru dilakukan dalam tahap awal, bukti awal sudah menunjukkan bahwa stres tantangan memiliki banyak implikasi yang lebih sedikit difat negatifnyajika dibandingkan dengan stres hambatan

Penyebab stres

Selain dapat mempengaruhi pola kerja dalam struktur organisasi, ketidakpastian lingkungan juga dapat mempengaruhi tingkat stres pada karyawan maupun pada suatu organisasi.

Perubahan siklus bisnis mampu menciptakan ketidakpastian dalam ekonomi, misalkan saat kelangsungan perkerjaan terancam maka seseorang akan mulai merasa khawatir ekonomi akan ikut memburuk. Dan itu bisa menular pada orang lain atau karyawan lainnya.

Selain itu faktor dalam organisasi juga dapat menyebabkan stres. Adanya tekanan untuk menghindari suatu kesalahan atau tuntutan penyelesaian tugas dalam waktu yang singkat, beban kerja yang terlalu berlebihan, atasan yang banyak menuntut serta tidak peka, maupun rekan kerja yang tidak menyenangkan adalah beberapa faktor penyebab stres dalam organisasi.

Dalam hal ini kita dapat mengkelompokkan faktor-faktor ini menjadi faktor tuntutan kerja, peran serta antarpribadi.

Tuntutan tugas adalah faktor yang berhubungan sengan pekerjaan. Untutan tersebut termasuk cara kerja, kondisi kerja, serta tata letak fisik dalam pekerjaan. Contoh, bekerja dalam ruangan yang terlalu sesak atau selalu terganggu dengan suara-suara yang bising dapat meningkatkan kesemasan serta stres.

Dengan semakin pentingnya untuk melayani pelanggan, pekerjaan yang menuntut faktor-faktor emosional dapat menjadi penyebab stres.

Tuntutan peran berhubungan dengan tekanan yang diberikan kepada seseorang sebagai fungsi dari peran-peran tertentu yang dimainkannya dalam sebuah organisasi.

Konflik peran dapat menciptakan ekspektasi yang mungkin akan sulit untuk dipenuhi ataupun dulit untuk diselesaikan.

Tuntutan antarpribadi adalah hal yang berhubungan dengan tekanan yang diciptakan oleh karyawan. Tidak adanya dukungan teman serta hubungan antarpribadi yang buruk mampu menyebabkan stres, terutama di antara para karyawan yang memiliki kebutuhan sosial yang terlalu tinggi.

Sedangkan faktor yang lain adalah faktor pribadi. Faktor pribadi berhubungan dengan masalah pribadi, keluarga, dan karakter serta kepribadian yang telah melekat dalam diri individu.

Dalam sebuah survei tingkat nasional menyebutkan bahwa individu akan sangat mementingkan hubungan keluarga serta pribadi, berbagai kesulitan dalam hidup perkawinan, retaknya hubungan, serta kesulitan masalah disiplin dengan anak-anaknya, merupakan beberapa contoh masalah-masalah yang dapat memicu stress.

Masalah ekonomi merupakan suatu kendala lain yang juga dapat menciptakan stres pada karyawan serta dapat mengganggu kinerja karyawan tersebut.

Dalam sebuah studi terhadap tiga organisasi yang berbeda telah menunjukkan bahwa gejala stres yang dilaporkan sebelum memulai pekerjaan sebagian besar merupakan variasi dari berbagai macam gejala stres yang telah dilaporkan sembilan bulan setelah bekerja.

Hal ini membuat para peneliti memberi kesimpulan bahwa sebagian besar orang cenderung memiliki kecenderungan inheren untuk mengaksentuasi segala aspek-aspek negatif dunia secara umum.

Bila kesimpulan ini memang benar, faktor individu yang mempengaruhi stres adalah sifat dasar saripada orang tersebut.

Artinya gejala stres yang diekspresikannya pada pekerjaan bisa jadi sebenarnya berasal dari pada kepribadian orang itu sendiri.

Stress Merupakan Radikal Bebas

Stress ternyata juga merupakan salah satu sumber radikal bebas yang dapat mengakibatkan penuaan dini. Dibandingkan dengan sumber radikal bebas lainnya seperti asap kendaraan, bahan kimia, pengawet dalam makanan dan sinar matahari, radikal bebas dari stress merupakan salah satu radikal bebas yang termasuk besar.

Untuk mengatasi radikal bebas ini tentu tubuh kita membutuhkan antioksidan. Seperti kita tahu bahwa sumber antioksidan saat ini, kebanyakan juga telah terkontaminasi dengan hal-hal yang berbau pengawet dan kimiawi, sehingga diperlukan sumber antioksidan yang benar-benar murni dan berkadar tinggi. Sumber antioksidan tersebut bisa didapatkan dari produk antioksidan yang benar-benar bersertifikasi dan memang diakui secara internasional.