Tanda, Gejala, dan Pencegahan Penyakit Asma

Apa Itu Penyakit Asma?

Asma merupakan sebuah penyakit yang berupa peradangan pada bagian paru-paru manusia. Asma lebih disebabkan karena adanya penekanan pada jalan udara yang menuju ke paru-paru, sehingga mengakibatkan nafas menjadi pendek atau mengalami kesulitan dalam bernafas.

Gejala dan Tanda Penyakit Asma

Ketika terjadi serangan asma, akan membuat si pasien sangat tersiksa serta secara perlahan kualitas hidup si pasien akan mengalami penurunan karena seringkali serangan asma terjadi secara mendadak.

Sesungguhnya, asma dapat dideteksi sengan cara memperhatikan beberapa gejala khusus. Asma memiliki 4 gejala khusus setiap kali menyerang seseorang. Gejala utama yang paling mudah dikenali ini berupa, batuk, mengeluarkan bunyi seperti siulan atau sering disebut mengi saat bernafas, dada terasa sesak dan seperti ditekan, serta tidak nadap menarik nafas panjang.

Gejala-gejala asma memang hampir mirip dengan gejala penyakit lainnya yang berkenaan dengan paru-paru. Jadi untuk mengetahui lebih jelas tentang itu semua ada baiknya anda segera konsultasikan ke dokter agar dapat ditangani secara dini.

Tanda-tanda yang biadanya muncul pada awal serangan asma adalah rasa sesak pada bagian dada dan terasa seperti ditekan-tekan. Pada umumnya para pasien pengidap asma menggambarkan rasa sesak itu seperti ada tali atau lakban yang tebal yang mengikat bagian dada dan paru-parunya, sehingga membuatnya susah sekali untuk bernafas.

Selain rasa sesak dan tekanan pada dada, gejala yang mencolok adalah batuk. Batuk asma memiliki perbedaan dengan batuk biasa. Pada umumnya batuk dalam kasus asma sangat parah sehingga membuat pengidap asma tidak bisa tidur nyenyak. Nafas yang tersengal-sengal juga harus perlu diwaspadai. Terkadang nafas tersengal bisa dikatakan sudah masuk fase serangan asma, namun terkadang sebagian pengidap tidak mengalami hal yang sama. Sebab mayoritas pengidap asma memiliki nafas yang pendek dan cepat. Sehingga terkesan seperti tersengal-sengal.

Gejala lain adalah adanya siulan saat bernafas atau biasa disebut mengi. Ketika pengidap asma sedang bernafas terkadang timbul suara seperti siulan. Tidak seperti gejala batuk, mengi dapat meuncul kapan saja terlebih pada malam hari. Pada umumnya suara itu muncul akibat dari penyempitan tabung bronkial dan mulai terisi dengan cairan, sehingga mengakibatkan nafas menjadi terhambat.

Pencegahan Asma

Dengan cara penanganan secara dini, maka kita dapat mengurangi efek penyakit asma pada anak atau orang dewasa. Sebab hal itu sangat penting sekali sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi lagi serangan asma daripada meredakan efek asma pada saat asma itu datang menyerang.

Meskipun sebenarnya asma adalah penyakit peradangan pada jalur udara, namun terkadang asma dapat dianggap sebagai sebuah mekanisme perlindungan tubuh. Seperti, jika ada sesuatu yang menggangu sistem pernafasan, maka otak mengirimkan sinyalnya ke paru-paru untuk merespon gangguan tersebut dengan cara membatas jalan masuknya udara sebagai cara melindungi paru-paru manusia yang rentan.

Pengenalan gejala asma sejak dini dapat menghindari pasien dari bahaya yang fatal, meskipun pada kenyataannya asma menjadi penyebab sekitar 175 kasus kematian per tahunnya.

Seringkali serangan asma dipicu oleh faktor lingkungan yang tidak sehat dan juga faktor genetis.  Beberapa faktor lingkungan seperti infeksi saluran pernafasan, asap rokok, stress, polusi udara, tekanan psikologi, bahkan penggunaan paracetamol dapat menjadi pemicu asma. Maka dari itu selain menghindari faktor-faktor tersebut, gaya hidup sehat juga dapat mengontrol gejala serta dapat mengurangi efek yang ditimbulkan oleh asma.




One thought on “Tanda, Gejala, dan Pencegahan Penyakit Asma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>